Pedoman Penulis

Standar Umum

Pengeditan Bahasa

Jurnal PORYGON mengharuskan naskah yang diserahkan berbahasa Indonesia atau Inggris agar dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan. Artikel biasanya hanya diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Bagi penulis yang menginginkan naskahnya menerima penyuntingan atau pemeriksaan bahasa untuk meningkatkan kejelasan naskah dan membantu menonjolkan penelitian mereka, Jurnal PORYGON merekomendasikan layanan penyuntingan bahasa yang disediakan oleh mitra internal atau eksternal.

Perlu dicatat bahwa mengirimkan naskah Anda untuk penyuntingan bahasa tidak berarti atau menjamin bahwa naskah tersebut akan diterima untuk dipublikasikan oleh Japendi. Keputusan redaksi tentang konten ilmiah naskah tidak bergantung pada apakah naskah tersebut telah menerima penyuntingan bahasa atau pemeriksaan oleh layanan mitra, atau layanan lainnya.

Gaya Bahasa
Gaya bahasa default di PORYGON adalah Bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan dan Bahasa Inggris Amerika. Jika Anda lebih suka artikel Anda diformat dalam Bahasa Inggris British, harap sebutkan ini pada naskah Anda di halaman pertama (untuk naskah berbahasa Inggris)

Pengoptimalan Mesin Pencari (SEO)
Ada beberapa cara mudah untuk memaksimalkan visibilitas artikel Anda. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk meningkatkan hasil penelusuran artikel Anda:

  • Sertakan beberapa kata kunci artikel Anda di judul artikel;
  • Jangan menggunakan judul artikel yang panjang;
  • Pilih 3 hingga 5 kata kunci menggunakan campuran istilah umum dan lebih spesifik pada subjek artikel;
  • Gunakan jumlah kata kunci maksimum dalam 2 kalimat pertama abstrak;
  • Gunakan beberapa kata kunci dalam judul level 1.

Judul
Judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap kata, rata kiri, dan menggunakan font sesuai template di bagian atas halaman. Judul harus ringkas, tidak menyertakan istilah yang tersirat dan, jika memungkinkan, merupakan pernyataan hasil atau simpulan utama yang disajikan dalam naskah. Singkatan harus dihindari dalam judul. Judul yang cerdas atau kreatif dipersilakan, tetapi hanya jika relevan dan sesuai dengan ukuran. Pertimbangkan apakah judul yang dimaksudkan untuk memancing pemikiran dapat disalahartikan sebagai menyinggung atau mengkhawatirkan. Dalam kasus ekstrem, kantor redaksi dapat memveto judul dan mengusulkan alternatif.

Penulis dan Afiliasi
Semua nama dicantumkan bersama-sama dan dipisahkan dengan koma. Berikan nama penulis yang tepat dan benar karena nama-nama tersebut akan diindeks dalam arsip resmi. Afiliasi harus diberi kunci pada nama penulis dengan nomor superskrip dan dicantumkan sebagai berikut: Institut/Universitas/Organisasi, Negara (tanpa informasi alamat terperinci seperti kode pos kota atau nama jalan).

Penulis yang Berkorespondensi harus ditandai dengan superskrip. Berikan alamat email kontak yang tepat dari penulis yang berkorespondensi di bagian terpisah di bawah afiliasi.

Judul dan Subjudul
Gunakan huruf kapital pada judul dan gunakan huruf kapital pada setiap kata subjudul. Judul harus didefinisikan dalam Times New Roman, 12, tebal dan subjudul didefinisikan dalam Times New Roman, 12, tebal.

Abstrak
Sebagai tujuan utama, abstrak harus menyajikan makna umum dan kemajuan konseptual dari karya tersebut agar dapat diakses dengan jelas oleh khalayak pembaca yang luas. Dalam abstrak, minimalkan penggunaan singkatan dan jangan mengutip referensi. Panjang kata tidak lebih dari 250 kata, ditulis dalam bahasa indonesia dan atau bahasa Inggris.

Kiat:

  • Latar Belakang Studi
  • Tujuan dan ruang lingkup makalah
  • Metode
  • Ringkasan hasil atau temuan
  • Kesimpulan

Kata Kunci
Semua jenis artikel: Anda dapat memberikan hingga 5 kata kunci; minimal 3 adalah wajib.

Teks
Isi teks ditulis dalam Times New Roman ukuran 10 poin. Seluruh dokumen harus diberi spasi tunggal dan harus berisi nomor halaman dan baris untuk memudahkan proses peninjauan. Japendi merekomendasikan naskah yang ditulis menggunakan MS-Word 97-2003.

Tata Nama
Penggunaan singkatan harus dibatasi seminimal mungkin. Singkatan yang tidak baku harus dihindari kecuali jika muncul sedikitnya empat kali, dan didefinisikan saat pertama kali digunakan dalam teks utama. Pertimbangkan juga untuk memberikan daftar singkatan yang tidak baku di bagian akhir, tepat sebelum Ucapan Terima Kasih.

Bagian
Naskah Anda disusun berdasarkan judul dan subjudul.

Untuk Artikel Penelitian Asli, disarankan untuk mengatur naskah Anda dalam bagian-bagian berikut:

Pendahuluan
Pendahuluan sedikit berbeda dari abstrak yang singkat dan padat. Pembaca perlu mengetahui latar belakang penelitian Anda dan, yang terpenting, mengapa penelitian Anda penting dalam konteks ini. Pertanyaan kritis apa yang dibahas penelitian Anda? Mengapa pembaca harus tertarik?

Tujuan dari Pendahuluan adalah untuk merangsang minat pembaca dan memberikan informasi latar belakang yang relevan yang diperlukan untuk memahami keseluruhan makalah. Anda harus meringkas masalah yang akan dibahas, memberikan latar belakang tentang subjek tersebut, membahas penelitian sebelumnya tentang topik tersebut, dan menjelaskan secara tepat apa yang akan dibahas dalam makalah tersebut, mengapa, dan bagaimana. Hal yang baik untuk dihindari adalah membuat pendahuluan Anda menjadi tinjauan mini. Ada banyak sekali literatur di luar sana, tetapi sebagai seorang ilmuwan, Anda harus dapat memilih hal-hal yang paling relevan dengan pekerjaan Anda dan menjelaskan alasannya. Hal ini menunjukkan kepada editor/pengulas/pembaca bahwa Anda benar-benar memahami bidang penelitian Anda dan bahwa Anda dapat langsung menuju ke isu-isu yang paling penting.

Pastikan Pendahuluan Anda sangat ringkas, terstruktur dengan baik, dan mencakup semua informasi yang dibutuhkan untuk mengikuti perkembangan temuan Anda. Jangan membebani pembaca dengan membuat pendahuluan terlalu panjang. Langsung ke bagian-bagian penting dari makalah lain sesegera mungkin.

Kiat:

  1. Mulailah Pendahuluan dengan memberikan uraian latar belakang yang ringkas tentang masalah yang diteliti.
  2. Nyatakan tujuan penelitian. Tujuan penelitian Anda merupakan bagian terpenting dari pendahuluan.
  3. Tetapkan signifikansi pekerjaan Anda: Mengapa perlu melakukan penelitian tersebut?
  4. Perkenalkan kepada pembaca literatur yang relevan. Jangan berikan sejarah lengkap tentang topik tersebut. Hanya kutip karya sebelumnya yang memiliki kaitan langsung dengan masalah saat ini. (Status terkini, penelitian yang relevan untuk membenarkan kebaruan naskah.)
  5. Nyatakan analisis kesenjangan atau pernyataan kebaruan.
  6. Nyatakan hipotesis Anda dengan jelas, variabel yang diselidiki, dan rangkum secara ringkas metode yang digunakan.
  7. Jelaskan singkatan atau istilah khusus/regional.

Contoh pernyataan kebaruan atau pernyataan analisis kesenjangan di akhir bagian Pendahuluan (setelah survei keadaan terkini penelitian sebelumnya): "........ (ringkasan singkat latar belakang)....... Beberapa peneliti berfokus pada ....... Ada sedikit penelitian yang berkaitan dengan ........ Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk ................. Tujuan penelitian ini adalah .........".

Tulislah dengan ringkas dan pahami siapa yang akan membaca naskah Anda dan pastikan Pendahuluan ditujukan kepada pembaca tersebut. Beralihlah dari yang umum ke yang khusus; dari masalah di dunia nyata ke literatur hingga penelitian Anda. Terakhir, harap hindari membuat subbagian dalam Pendahuluan.

Metode
Pada bagian Metode, Anda menjelaskan dengan jelas bagaimana Anda melakukan penelitian untuk: (1) memungkinkan pembaca mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan dan (2) memungkinkan orang lain untuk meniru penelitian Anda. Anda harus menjelaskan dengan tepat apa yang Anda lakukan: apa dan bagaimana eksperimen dijalankan, apa, berapa banyak, seberapa sering, di mana, kapan, dan mengapa peralatan dan bahan digunakan. Pertimbangan utamanya adalah untuk memastikan bahwa cukup detail diberikan untuk memverifikasi temuan Anda dan untuk memungkinkan replikasi penelitian. Anda harus menjaga keseimbangan antara keringkasan (Anda tidak dapat menjelaskan setiap masalah teknis) dan kelengkapan (Anda perlu memberikan detail yang memadai sehingga pembaca tahu apa yang terjadi).

Kiat:

  • Jelaskan pengertian populasi dan metode pengambilan sampelnya;
  • Jelaskan instrumentasinya;
  • Jelaskan prosedurnya dan jika relevan, jangka waktunya;
  • Jelaskan rencana analisis;
  • Jelaskan pendekatan apa pun untuk memastikan validitas dan reliabilitas;
  • Jelaskan uji statistik dan perbandingan yang dibuat; metode statistik biasa harus digunakan tanpa komentar; metode tingkat lanjut atau tidak biasa mungkin memerlukan kutipan literatur, dan;
  • Jelaskan cakupan dan/atau batasan metodologi yang Anda gunakan.

Dalam ilmu sosial dan perilaku, penting untuk selalu menyediakan informasi yang cukup agar peneliti lain dapat mengadopsi atau meniru metodologi Anda. Informasi ini khususnya penting ketika metode baru telah dikembangkan atau penggunaan inovatif dari metode yang sudah ada digunakan. Terakhir, harap hindari membuat subbagian dalam Metode.

Hasil dan Pembahasan
Tujuan dari Hasil dan Pembahasan adalah untuk menyatakan temuan Anda dan membuat interpretasi dan/atau opini, menjelaskan implikasi dari temuan Anda, dan membuat saran untuk penelitian di masa mendatang. Fungsi utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam pendahuluan, menjelaskan bagaimana hasil mendukung jawaban dan, bagaimana jawaban sesuai dengan pengetahuan yang ada tentang topik tersebut. Pembahasan dianggap sebagai inti dari makalah dan biasanya memerlukan beberapa kali percobaan penulisan.

Pembahasan akan selalu terhubung ke bagian pendahuluan melalui pertanyaan penelitian atau hipotesis yang Anda ajukan serta pustaka yang Anda telaah, tetapi tidak sekadar mengulang atau menyusun ulang bagian pendahuluan; pembahasan harus selalu menjelaskan bagaimana penelitian Anda telah memajukan pemahaman pembaca tentang masalah penelitian dari titik yang Anda tinggalkan di akhir bagian pendahuluan.

Agar pesan Anda jelas, diskusi harus dibuat sesingkat mungkin sambil menyatakan, mendukung, menjelaskan, dan membela jawaban Anda dengan jelas dan lengkap serta membahas isu-isu penting dan relevan lainnya. Harus diperhatikan untuk memberikan komentar dan bukan pengulangan hasil. Isu-isu sampingan tidak boleh disertakan, karena cenderung mengaburkan pesan.

Kiat:

  1. Nyatakan Temuan Utama Penelitian;
  2. Jelaskan Arti Temuan dan Mengapa Temuan Itu Penting;
  3. Dukung jawaban dengan hasil. Jelaskan bagaimana hasil Anda berhubungan dengan harapan dan literatur, nyatakan dengan jelas mengapa hasil tersebut dapat diterima dan bagaimana hasil tersebut konsisten atau sesuai dengan pengetahuan yang dipublikasikan sebelumnya tentang topik tersebut;
  4. Hubungkan Temuan dengan Temuan Penelitian Serupa;
  5. Pertimbangkan Penjelasan Alternatif atas Temuan;
  6. Implikasi dari penelitian, dan
  7. Mengakui Keterbatasan Penelitian,

Mudah untuk membesar-besarkan interpretasi hasil. Berhati-hatilah agar interpretasi Anda terhadap hasil tidak melampaui apa yang didukung oleh data. Data adalah data: tidak lebih, tidak kurang. Harap hindari dan ubah interpretasi hasil, spekulasi yang tidak berdasar, membesar-besarkan pentingnya temuan, isu-isu yang tidak relevan, atau terlalu menekankan dampak penelitian Anda.

Bekerja dengan Grafik:

Gambar dan tabel merupakan cara yang paling efektif untuk menyajikan hasil. Keterangan gambar harus dapat berdiri sendiri, sehingga gambar dan tabel dapat dipahami tanpa perlu membaca keseluruhan naskah. Selain itu, data yang disajikan harus mudah diinterpretasikan.

Kiat:

  • Grafiknya harus sederhana, tetapi informatif;
  • Penggunaan warna dianjurkan;
  • Grafik harus menjunjung standar publikasi ilmiah dan profesional;
  • Grafis harus sepenuhnya asli, merupakan karya seni yang belum pernah dipublikasikan yang dibuat oleh salah satu penulis bersama;
  • Grafik tidak boleh menyertakan foto, gambar, atau karikatur orang mana pun, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal;
  • Jangan menyertakan perangko atau mata uang dari negara mana pun, atau barang bermerek dagang (logo perusahaan, gambar, dan produk), dan;
  • Hindari memilih grafik yang sudah muncul dalam teks naskah.

Untuk melihat contoh tabel dan gambar, silakan unduh templat Jurnal Ilmu Sosial.

Terakhir, harap hindari membuat subbagian dalam Hasil dan Diskusi.

Kesimpulan
Kesimpulan dimaksudkan untuk membantu pembaca memahami mengapa penelitian Anda penting bagi mereka setelah mereka selesai membaca makalah ini. Kesimpulan bukan sekadar ringkasan topik utama yang dibahas atau pernyataan ulang masalah penelitian Anda, tetapi sintesis poin-poin utama. Penting agar kesimpulan tidak membiarkan pertanyaan tidak terjawab.

Kiat:

  • Nyatakan kesimpulan Anda dengan jelas dan ringkas. Singkat dan langsung ke pokok permasalahan;
  • Jelaskan mengapa penelitian Anda penting bagi pembaca. Anda harus menanamkan rasa relevansi kepada pembaca;
  • Buktikan kepada pembaca dan komunitas ilmiah bahwa temuan Anda layak dicatat. Ini berarti menempatkan makalah Anda dalam konteks karya sebelumnya. Implikasi dari temuan Anda harus didiskusikan dalam kerangka yang realistis, dan;
  • Untuk sebagian besar esai, satu paragraf yang dikembangkan dengan baik sudah cukup untuk kesimpulan, meskipun dalam beberapa kasus, kesimpulan dua atau tiga paragraf mungkin diperlukan. Hal penting lainnya tentang bagian ini adalah (1) jangan menulis ulang abstrak; (2) pernyataan dengan "diselidiki" atau "dipelajari" bukanlah kesimpulan; (3) jangan memperkenalkan argumen, bukti, ide baru, atau informasi yang tidak terkait dengan topik; (4) jangan sertakan bukti (kutipan, statistik, dll.) yang seharusnya ada di badan makalah.

Referensi
Semua kutipan dalam teks harus ada dalam daftar referensi dan sebaliknya. Referensi hanya boleh menyertakan artikel yang diterbitkan atau diterima. Kumpulan data yang telah disimpan ke repositori daring harus disertakan dalam daftar referensi, sertakan versi dan pengenal unik jika tersedia. Untuk karya yang diterima tetapi belum diterbitkan, gunakan "in press" sebagai ganti nomor halaman. Data yang belum diterbitkan, manuskrip yang diserahkan, atau komunikasi pribadi harus dikutip dalam teks saja, untuk jenis artikel yang memungkinkan penyertaan tersebut. Komunikasi pribadi harus didokumentasikan dengan surat izin.

Kutipan dalam teks harus diberi nama sesuai dengan nama belakang penulis pertama, diikuti tahun. Untuk karya yang ditulis oleh 2 penulis, sertakan kedua nama belakang, diikuti tahun. Untuk karya yang ditulis oleh lebih dari 2 penulis, sertakan hanya nama belakang penulis pertama, diikuti et al., diikuti tahun. Untuk bantuan, silakan gunakan referensi manajemen (Mendeley atau Zotero) dan gunakan format American Psychological Association edisi ke-7. Jika memungkinkan, harap berikan tautan yang diambil untuk setiap referensi.

Artikel dalam jurnal
Keh, H. T., Nguyen, T. T. M., & Ng, H. P. (2007). Pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Informasi Pemasaran terhadap Kinerja UKM. Jurnal Usaha Ventura, 22 (4), 592–611

Buku:
Baron, RA (1977). Agresi Manusia. Boston, MA: Springer AS.

 

Pedoman Gambar dan Tabel

Pedoman Gaya Umum untuk Gambar
Gambar membantu pembaca memvisualisasikan informasi yang ingin Anda sampaikan. Sering kali, sulit untuk mendeskripsikan secara memadai menggunakan kata-kata. Gambar dapat membantu mencapai keakuratan yang dibutuhkan untuk naskah ilmiah. Misalnya, mungkin tidak cukup untuk mengatakan, "Permukaan memiliki fitur berskala nanometer." Dalam hal ini, akan lebih baik untuk menyediakan gambar mikroskop.

Untuk gambar, pastikan untuk:

  • Sertakan bilah skala
  • Pertimbangkan untuk memberi label pada barang-barang penting
  • Tunjukkan arti dari berbagai warna dan simbol yang digunakan

Pedoman Gaya Umum untuk
Tabel Tabel merupakan cara yang ringkas dan efektif untuk menyajikan data dalam jumlah besar. Anda harus mendesainnya dengan cermat sehingga Anda dapat mengomunikasikan hasil penelitian Anda dengan jelas kepada para peneliti yang sibuk.

Berikut ini adalah contoh tabel yang dirancang dengan baik:

  • Legenda/keterangan yang jelas dan ringkas
  • Data dibagi ke dalam kategori untuk kejelasan
  • Jarak yang cukup antara kolom dan baris
  • Unit disediakan jenis dan ukuran font yang dapat dibaca

Persyaratan Gambar dan Tabel

Legenda

Keterangan gambar dan tabel harus memiliki jenis huruf yang sama dengan teks utama (10 poin Tahoma normal, spasi tunggal). Keterangan gambar harus didahului dengan label yang sesuai, misalnya, "Gambar 1" atau "Tabel 4". Keterangan gambar harus ditempatkan di akhir naskah (untuk gambar tambahan, Anda harus menyertakan judul gambar, yang diunggah sebagai berkas terpisah). Keterangan tabel harus ditempatkan tepat sebelum tabel. Gunakan hanya satu paragraf untuk keterangan gambar. Panel gambar dirujuk dengan huruf kapital tebal dalam tanda kurung: (A), (B), (C), (D), dst.

Ukuran Gambar
Gambar gambar harus disiapkan dengan mempertimbangkan tata letak PDF, gambar individual tidak boleh lebih panjang dari satu halaman dan dengan lebar yang sesuai dengan 1 kolom atau 2 kolom.

Format
Format berikut diterima:

TIFF (.tif) File TIFF harus disimpan menggunakan kompresi LZW atau metode kompresi non-lossy lainnya. JPEG (.jpg)

File EPS (.eps) dapat diunggah setelah diterima

Mode Gambar Berwarna
Gambar harus diserahkan dalam mode warna RGB.

Persyaratan Resolusi

Semua gambar harus diunggah secara terpisah dalam prosedur pengiriman dan memiliki resolusi 300 dpi pada ukuran akhir. Periksa resolusi gambar Anda dengan memperbesarnya hingga 150%. Jika resolusinya terlalu rendah, gambar akan tampak buram, bergerigi, atau memiliki efek berundak-undak.

Harap perhatikan bahwa menyimpan gambar secara langsung sebagai file gambar (JPEG, TIF) dapat sangat memengaruhi resolusi gambar Anda. Untuk menghindari hal ini, salah satu pilihan adalah mengekspor file sebagai PDF, lalu mengonversinya menjadi TIFF atau EPS menggunakan perangkat lunak grafis. File EPS dapat diunggah setelah diterima.

Rincian semua sumber pendanaan harus disediakan di bagian pendanaan naskah termasuk nomor hibah, jika berlaku.